SURFAKTAN untuk MENGAIS MINYAK di SUMUR TUA

Assalamualaikum,

   Surfaktan merupakan solusi untuk menguras isi sumur meinyak tua. Teknologi nanobioteknologi mampu menekan biaya tinggi.
   Selama ini, mayoritas kilang minyak menggunakan injeksi air untuk memompa minyak mentah ke permukaan bumi. Namun, dengan cara itu, masih ada minyak yang tersisa di bebatuan. Untuk melepaskannya digunakan injeksi surfaktan polimer yang bias mengangkat minyak.
  Injeksi surfaktan merupakan bagian dari teknologi peningkatan pengurasan minyak (EOR) pada sumur tuayang masih menyimpan minyak cukup banyak. Riset EOR marak dilakukan semenjak krisis energy tahun 1980-an. Teknologi surfaktan sendiri baru brkembang setelah itu.
   Proses sederhananya seperti ini: minyak yang terperangkap di bebatuan diinjeksi oleh campuran air dan surfaktan. Ketika terlepas dari bebatuan dan teremulsi, minyak disedot katas bersama air. Setelah itu minyak kembali dipisahkan dari air.
   Indonesia sangat berkepintingan dengan EOR karena mayoritas sumur minyak di Indonesia adalah sumur tua dan mulai mengalami penurunan produksi. Di lain pihak bukan hal mudah menemukan cadangan minyak dari lapangan baru.Dari 214 ladang minyak milik pertamina, 80% cadangan minyaknya mulai menipis.
   Dari berbagai studi diketahui bahwa cadangan minyakyang tersedot dari semua sumur yang dieksplorsi dengan teknologi konvensional baru mencapai 40-45 persen dari jumlah yang ada. Sisanya tersimpan dalam bebatuan sumur tua. Untuk mengambil minyak yang tersimpan itulah diperlukan surfaktan buat meluruhkan minyak yang terperangkap.
   Surfaktan adalah molekul yang bersifat ganda : yaitu memiliki gugus hidrofilik (suka air) sekaligus lipofilik (suka minyak atau lemak), sehingga dapat menyatukan campuran yang terdiri atas air dan minyak, juga merenffanfkan tegangan permukaan keduanya. Sifatnya rangkap inilah yang menyebabkan surfaktan dapat diserap pada antarmuka uadara air, minyak air dan zat padat -air.
   Surfaktan banyak kita temui di bahan seperti detergen, kosmetik, sebagaian makanan, tekstil, dan plastik. Produk pangan seperti margarin dan es krim juga menggunakan surfaktan sebagai salah satu bahannya.Tentu, agar dapat dikonsumsi, surfaktan harus memenuhi sejumlah syarat, seperti tak beracun dan tak menimbulkan iritasi.
   Kebutuhan surfaktan sebagai bahan injeksi sumur minyak tua menggunakan surfaktan berbasis petroleum. Itu sebabnya biaya operasional injeksi surfaktan dapat mencapai 30 USD per barel. Padahal harga minyak sekitar 80 USD per barel. Sebagai pengatasan biaya yang sangat tinggi, tim Lemigas meneliti penggunaan surfaktan dengan bahan turunan dari kelapa sawit. Kemudian mereka mengembangkan nanobioteknologi dan dibari nama supel (Surfaktan peptida lemigas).
   Surfaktan umumnya digunakan pada pengeboran minyak bumi untuk meluruhkan minyak dengan air. Bentuknya menyerupai sabun. Ketika di permukaan, minyak kembali dipisahkan dari air. Teknologi nanobioteknologi menghasilkan surfaktan peptida-surfaktan yang berbasis protein yang bisa diatur sifat luruhnya, sehingga pemisahan minyak dari air lebih mudah. Kelebihan dari surfaktan ini dari surfaktan petroleum antara lain lebih ramah lingkungan. Konsentrasi yang diperlukan untuk menghasilkan larutan surfaktan untuk EOR jaun lebih rendah, sehingga biaya bisa ditekan.





PROSES INJEKSI SURFAKTAN
1.Surfaktan dicampurkan dengan air.
  1. Kemudian larutan surfaktan diinjeksikan dengan pompa.
  2. Terjadi Emulsi minyak dengan air dan penurunan tegangan antarpermukaan minyak -air di dalam reservoir. Dengan demikian sisa sisa minyak akan terlepas dari batuan reservoir.
  3. Larutan surfaktan akan terus bergerak untuk melepaskan minyak dari reservoir.'
  4. Secara bertahap setelah beberapa lama minyak yang terproduksi akan naik dengan signifikan.
Source : tempo ed 25

Terimakasih, Semoga bermanfaat
Wassalamualaikum

0 Response to " SURFAKTAN untuk MENGAIS MINYAK di SUMUR TUA "

Post a Comment

Artikel Lainnya

loading...

Random post